Jumat, 06 November 2015

MAGNOLIOPHYTA (SUBCLASSIS MAGNOLIDAE dan SUBCLASSIS HAMAMELIDAE)



A.    Tujuan
1.      Mengamati cirri-ciri khusus spesies tumbuhan yang termasuk pada divisi magnoliophyta khususnya subclassis  magnolidae dan subclassis hamamelidae.
2.      Mengamati cirri-ciri khusus spesies tumbuhan yang termasuk pada family-family khususnya subclassis  magnolidae dan subclassis hamamelidae.

B.     Dasar Teori
Magnoliophyta atau Angiospermae merupakan kelompok tumbuhan yang alat perkembangbiakan generatifnya berupa bunga. Pada umumnya bunga mempunyai perhiasan yang terdiri atas kelopak (Calyx) dan mahkota (Corolla). Alat reproduksi jantan dihasilkan dalam stamen yang berjumlah satu atau banyak sedangkan alat reproduksi betina berupa putik (pistilum). Putik ada yang hanya tersusun dari satu daun buah (karpel) tetapi ada juga yang terbentuk dari karpel. Ovarium mungkin hanya terbentuk dari satu karpel atau beberapa karpel yang bersatu. Biji terdapat di dalam ovarium. Divisio Magnoliophyta terdiri atas dua Kelas yaitu Magnoliopsida (dicotiledonae) dan Liliopsida (monokotiledonae). Magnoliopsida mempunyai 64 ordo, 318 familia, dan kurang lebih 165.000 spesies sedangkan Liliopsida mempunyai 19 ordo, 65 familia, kurang lebih 50.000 species (Tjitrosoepomo, 2010: 33).
Kelas Magnoliopsida (dicotilodenae) meliputi terna, semak-semak, perudu atau pohon yang seperti akar lembaga dengan tumbuh terus menjadi akar pokok (akar tunggang) yang bercabang-cabang dan membentuk system akar tunggang. Duduk daun biasanya tersebar atau berkarang, kadang kadang saja berseling. Daun tunggang atau majemuk, seringkali disertai oleh daun-daun penempu, jarang mempunya pelepah, helaian bertulang menyirip atau menjari. Pada cabang-cabang kesamping sering kali terdapat 2 daun pertama yang letaknya tegak lurus pada bidang median dikanan kiricabang tersebut. Bunga bersifat di-, tetra-, atau pentamer. Kelas Magnoliopsida terdiri atas 6 sub kelas, yaitu: Magnoliidae, Hamamelidae, Dillinidae, Caryophillidae, Rosidae, Asteriade (Sudarsono, 2005: 20-22 ).
Family Hamameliceae biasanya berupa pohon atau perdu dengan daun-daun tunggal yang tersebar serta mempunyai daun penumpu. Bunga biasanya kecil, tersusun sebagai bunga majemuk. Bunganya dengan hiasan bunga rangkap. Terkadang tidak ada mahkota. Bunganya banci atau berkelamin tunggal, aktinomorf. Kelopak dan mahkota bunga berkelipatan 4-5 dan benang sari berkelipatan 4-5. Putiknya dengan dua tangkai putik. Bakal buah kebanyakan tenggelam. Setiap satu bakal buah terdiri dari satu bakal biji yang bergantungan. Buahnya berupa buah kendaga beruang dua (Dasuki. 1992:54)
Subkelas Magnoliidae memiliki karakteristik yang sangat beragam. Misalnya habitusnya mulai dari pohon atau tumbuhan berkayu sampai herba. Perhiasan bunga ada yang berupa perigonium, ada yang bisa dibedakan antara sepal dan petal, ada juga yang bunganya tereduksi dan tidak memiliki perhiasan bunga. Akan tetapi subkelas Magnoliidae ini mempunyai beberapa karakteristik yang menunjukkan keprimitifan yaitu umumnya polanya termasuk uniaperture, gynoeciumnya apocarpus dan berstamen banyak dalam rangkaian sentripetal.
Subkelas Magnoliidae terdiri atas 8 ordo dan jumlah anggotanya kurang lebih 12.000 spesies. Kedelapan ordo tersebut adalah Magnoliales, Laurales, Piperales, Aristolochiales. Illiclales, Nymphales, Ranunculales, dan Papverales. Secara umum tumbuhan ini mempunyai perianthium yang jelas, biasanya dengan jumlah butiran serbuk sari di tengah, binucleate dan sering uniaperturate atau turunannya, ovul bitegmic, biji dengan embrio yang kecil, tetapi terkadang besar, dan tereduksi atau tanpa endosperm, kotiledon jarang lebih dari dua, tumbuhan sangat sering mengakumulasi bendylisquinoline atau aporphine alkaloid (Campbell, 2008: 188).

C.    Alat dan Bahan
1.      Alat
a.       Silet
b.      Plastic
2.      Bahan
a.       kenanga
b.      cempaka
c.       karet munding
d.      Teratai putih
e.       Teratai bunga ros
f.       Alpukat
g.      Nangka
h.      Sirih
i.        Sasaladahan

D.    Prosedur Kerja
1.      Disiapkan sepesies dari Subclassis Magnolidae dan Hamamelidae.
2.      Diamati setiap specimen yang ada dalam habitus, pola percabangan, dan bentuk/segi penampang melintangnya.
3.      Diamati daunnya dalam hal filotaksis, komposisi, pertulangan, bentuk, dan tepi daunnya.
4.      Diamati dan bandingkan bunganya, yaitu: komposisi, jenis karangan bunga, dan simetri bunga.
5.      Diamati perhiasan dan alat kelamin bunga, yaitu: Corolla, Calyx, Perigonium, Stamen, dan Pistilum.
6.      Digambarlah bagian-bagaian tumbuhan, yaitu: percabangan pertumbuhan, perhatikan pula stipulanya, penampang memanjang bunga, stamen dan pistilum, serta berinama bagian-bagian tumbuhan tersebut.







E.     Hasil Pengamatan




















F.     Pembahasan
Subkelas magnolidae memiliki ciri khusus yaitu, perhiasan bunga ada yang berupa perigonium, ada yang bisa dibedakan antara sepal dan petal, ada juga yang bunganya tereduksi dan tidak memiliki perhiasan bunga. Akan tetapi subkelas Magnoliidae ini mempunyai beberapa karakteristik yang menunjukkan keprimitifan yaitu umumnya polanya termasuk uniaperture, gynoeciumnya apocarpus dan berstamen banyak dalam rangkaian sentripetal.
Pengamatan terhadap Artocarpus heterophullus, spesies ini merupakan bagian dari subkelas Magnolidae dari family Moraceae, spesies ini memiliki kelasifikasi sebagai berikut
.
Kingdom : Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Subkelas: hamamelidae
Ordo: Rosales
Family: Moraceae
Genus: Artocarpus
Spesies: Artocarpus heterophullus
Pengamatan terhadap pohon nangka ini (Artocarpus heterophullus) memiliki habitus (perawakan) pohon, berkayu yang ditutupi oleh kulit luar yang tebal dan kasar, berbentuk bulat. Pohon ini memiliki percabangan yang besar dan dipercabangan itu biasanya terdapat buah nangkanya sendiri, jika dilihat dari percabangannya atau titik tumbuhnya tumbuhan ini termasuk kedalam pohon yang simpodial.
Didalam percabangan terdapat helaian-helaiyan daun yang tersebar bebas, daun daun ini memiliki bentuk lanset, dengan pertulangan yang menjala,ujung daun sendiri bertusuk, sedangkan pangkal daunnya meruncing dan tepi daunya bergelombang, jenis daun Artocarpus heterophullus ini berjenis tunggal.
Dipohon nangka ini juga terdapat bunga yang tidak sempurna, yang dimana kelopak dan mahkotanya tidak dapat dibedakan yang disebut dengan perigonium. Alat kelamin bunga ini yaitu ganda atau gelendong berwarna kuning, putik sendiri terdapat didalam gelendong dan distribusi sexnya monoseus yaitu bunga betina dan jantan ada pada satu pohon.
Manfaat pohon ini biasanya buahnya dijadikan bahan makanan, seperti gudeg, es nangka, keripik nangka dan masih banyak juga, selain buahnya pohonya yang kuat dan kokoh biasanya digunakan sebagai bahan bangunan seperti mebuat kusen, pintu, jendela dan masih banyak yanglainnya,
Pengamatan terhadap karet munding yang dimana karet munding ini termasuk kedalam subkelas hamamelidae yang dimana memiliki kelasifikasi sebagai berikut.
Kingdom : Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Subkelas: hamamelidae
Ordo: Urticales
Family: Moraceae
Genus: Ficus
Spesies: Ficus elastica
Karet munding ini memiliki habitus (perawakan) pohon, berkayu yang ditutupi oleh kulit luar yang tebal dan agak halus, berbentuk bulat. Pohon ini memiliki percabangan yang lumayan besar, jika dilihat dari percabangannya atau titik tumbuhnya tumbuhan ini termasuk kedalam pohon yang simpodial.
Didalam percabangan terdapat helaian-helaiyan daun yang terletek atau dudukan daun dhistika, daun daun ini memiliki bentuk bulat telur, dengan pertulangan yang menyirip, ujung daun sendiri bertusuk, sedangkan pangkal daunnya tumpul dan tepi daunya rata, jenis daun Ficus elastica ini berjenis tunggal.
Dipohon karet munding ini juga terdapat bunga yang tidak sempurna, yang dimana kelopak dan mahkotanya tidak dapat dibedakan yang disebut dengan perigonium. Alat kelamin bunga ini yaitu ganda, putik sendiri terdapat didalam bunga dan distribusi sexnya monoseus yaitu bunga betina dan jantan ada pada satu pohon.
Pengamatan terhadap sirih yang dimana sirih ini termasuk kedalam subkelas magnolidae yang dimana memiliki kelasifikasi sebagai berikut.
Kingdom : Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Subkelas: Magnolidae
Ordo: piperales
Family: Piperaceae
Genus: Piper
Spesies: Piper betle

Sirih ini memiliki habitus (perawakan) herba, berair yang ditutupi oleh kulit luar yang halus dan berwarna hijau, berbentuk bulat. Herba ini memiliki percabangan yang kecil dan pendek seperti merambat, jika dilihat dari percabangannya atau titik tumbuhnya tumbuhan ini termasuk kedalam tumbuhan yang simpodial.
Didalam percabangan terdapat helaian-helaiyan daun yang terletek tersebar, daun daun ini memiliki bentuk jantung, dengan pertulangan yang menjari, ujung daun sendiri lancip, sedangkan pangkal daunnya tumpul dan tepi daunya rata, jenis daun Piper betle ini berjenis tunggal.
Pada sirih ini juga terdapat bunga yang tidak sempurna, yang dimana kelopak dan mahkotanya tidak dapat dibedakan yang disebut dengan perigonium. Alat kelamin bunga ini yaitu ganda, putik sendiri terdapat 3 sampai 5 pada bulir betina, benang sari berjumlah dua pada bulir jantan.
Manfaat bunga sirih ini biasanya digunakan untuk nyepah, sebagai bahan baku sabun, dan sebagai rempah-rempah, dan obat-obatan.
Pengamatan terhadap teratai putih yang dimana teratai putih ini termasuk kedalam subkelas magnolidae yang dimana memiliki kelasifikasi sebagai berikut.





Kingdom : Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Subkelas: Magnolidae
Ordo: Nyimphales
Family: Nympahaeaceae
Genus: Nymphaea
Spesies: Nymphaea nouchali

Teratai putih ini memiliki habitus (perawakan) herba, berair yang ditutupi oleh kulit luar yang halus dan berwarna hijau, berbentuk bulat. Herba ini memiliki percabangan yang kecil dan pendek seperti merambat, jika dilihat dari percabangannya atau titik tumbuhnya tumbuhan ini termasuk kedalam tumbuhan yang simpodial.
Didalam percabangan terdapat daun yang terletek equitan, daun-daun ini memiliki bentuk bulat, dengan pertulangan yang menjari, ujung daun sendiri rondus, sedangkan pangkal daunnya sagitatus dan tepi daunya rata, jenis daun Nymphaea nouchali ini berjenis tunggal.
Pada bunga teratai putih ini juga terdapat bunga yang sempurna dan macam bunganya unggal, yang dimana kelopak dan mahkotanya terlihat jelas, kelopak ini terdapat mahkota sejumlah 15 petal dan kelopak terdapat 5 sepal. Alat kelamin bunga ini yaitu putik dan benang sari, putik sendiri tidak terlihat, benang sari berjumlah 26 pada bulir jantan.
Manfaat bunga teratai biasanya dijadikan hiasan di kolam-kolam didepan rumah, yaitu sebagai tanaman hias.
Pengamatan terhadap teratai bunga ros yang dimana teratai bunga ros ini termasuk kedalam subkelas magnolidae yang dimana memiliki kelasifikasi sebagai berikut.



Kingdom : Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Subkelas: Magnolidae
Ordo: Nyimphales
Family: Nympahaeaceae
Genus: Nymphaea
Spesies: Nymphaea stellata
Teratai bunga ros ini memiliki habitus (perawakan) herba, berair yang ditutupi oleh kulit luar yang halus dan berwarna hijau, berbentuk bulat. Herba ini memiliki percabangan yang kecil dan pendek seperti merambat, jika dilihat dari percabangannya atau titik tumbuhnya tumbuhan ini termasuk kedalam tumbuhan yang simpodial.
Didalam percabangan terdapat daun yang terletek equitan, daun-daun ini memiliki bentuk bulat, dengan pertulangan yang menjari, ujung daun sendiri rondus, sedangkan pangkal daunnya sagitatus dan tepi daunya rata, jenis daun Nymphaea stellata ini berjenis tunggal.
Pada bunga teratai ros ini juga terdapat bunga yang sempurna dan macam bunganya tunggal, yang dimana kelopak dan mahkotanya terlihat jelas, kelopak ini terdapat mahkota sejumlah 15 petal dan kelopak terdapat 4 sepal. Alat kelamin bunga ini yaitu putik dan benang sari, putik sendiri tidak terlihat, benang sari berjumlah 26 pada bulir jantan.
Manfaat bunga teratai biasanya dijadikan hiasan di kolam-kolam didepan rumah, yaitu sebagai tanaman hias.
Pengamatan terhadap sasaladahan yang dimana sasaladahan ini termasuk kedalam subkelas magnolidae yang dimana memiliki kelasifikasi sebagai berikut.






Kingdom : Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Subkelas: Magnolidae
Ordo: Piperales
Family: piperacea
Genus: Pieromia
Spesies: Piperomia pelucida
Sasaladahan ini memiliki habitus (perawakan) herba, berair yang ditutupi oleh kulit luar yang halus dan berwarna hijau, berbentuk bulat. Herba ini memiliki percabangan yang kecil dan pendek seperti merambat, jika dilihat dari percabangannya atau titik tumbuhnya tumbuhan ini termasuk kedalam tumbuhan yang simpodial.
Didalam percabangan terdapat daun yang terletek bersebar, daun-daun ini memiliki bentuk jantung, dengan pertulangan yang melengkung, ujung daun sendiri runcing, sedangkan pangkal daunnya tumpul dan tepi daunya rata, jenis daun ini berjenis tunggal.
Pada sasaladahan ini juga terdapat bunga yang tidak sempurnatersusun berbentuk bulir yang disebut spika dan macam bunganya majemuk, yang dimana kelopak dan mahkotanya tidak ada.
Pengamatan cempaka putih yang dimana cempaka putih ini termasuk kedalam subkelas magnolidae yang dimana memiliki kelasifikasi sebagai berikut.
Kingdom : Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Subkelas: Magnolidae
Ordo: Magnoliales
Family: Magnoliaceae
Genus: Michelia
Spesies: Michelia alba
cempaka putih ini memiliki habitus (perawakan) pohon, berkayu yang ditutupi oleh kulit luar yang halus dan berwarna silver, berbentuk bulat. Pohon ini memiliki percabangan yang besar dan panjang, jika dilihat dari percabangannya atau titik tumbuhnya tumbuhan ini termasuk kedalam tumbuhan yang simpodial.
Didalam percabangan terdapat daun yang terletek berseling-seling, daun-daun ini memiliki bentuk lanset, dengan pertulangan yang menyirip, ujung daun sendiri runcing, sedangkan pangkal daunnya runcing dan tepi daunya rata, jenis daun ini berjenis tunggal.
Pada bunga cempaka putih ini juga terdapat bunga yang tidak sempurna dan macam bunganya tunggal, yang dimana kelopak dan mahkotanya tidak terlihat jelas sehingga disebut perigonium yang berjumlah 5. Alat kelamin bunga ini yaitu putik dan benang sari, putik sendiri terdapat 1, benang sari berjumlah 20.
Manfaat bunga ini bisa dijadikan obat dari salah satu penyakit.
Pengamatan kenanga yang dimana kananga ini termasuk kedalam subkelas magnolidae yang dimana memiliki kelasifikasi sebagai berikut.

Kingdom : Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Subkelas: Magnolidae
Ordo: Magnoliales
Family: Annonaceae
Genus: cananga
Spesies: Cananga adorata
kananga ini memiliki habitus (perawakan) pohon, berkayu yang ditutupi oleh kulit luar yang halus, berbentuk bulat. Pohon ini memiliki percabangan yang besar dan panjang, jika dilihat dari percabangannya atau titik tumbuhnya tumbuhan ini termasuk kedalam tumbuhan yang simpodial.
Didalam percabangan terdapat daun yang terletek bersebar, daun-daun ini memiliki bentuk bulat telur, dengan pertulangan yang menyirip, ujung daun sendiri runcing, sedangkan pangkal daunnya runcing dan tepi daunya bergelombang, jenis daun ini berjenis tunggal.
Pada bunga kenanga ini juga terdapat bunga yang sempurna dan macam bunganya tunggal, yang dimana kelopak dan mahkotanya terlihat jelas sehingga disebut bunga sempurna. Alat kelamin bunga ini yaitu putik dan benang sari, putik sendiri terdapat 1, benang sari berjumlah ganda.
Manfaat bunga ini bisa dijadikan obat dari salah satu penyakit.
Pengamatan Alpukat yang dimana Alpukat ini termasuk kedalam subkelas magnolidae yang dimana memiliki kelasifikasi sebagai berikut.

Kingdom : Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Subkelas: Magnolidae
Ordo: Laurales
Family: Lauraceae
Genus: Persea
Spesies: Persea americana
Alpukat ini memiliki habitus (perawakan) pohon, berkayu yang ditutupi oleh kulit luar yang halus, berbentuk bulat. Pohon ini memiliki percabangan yang besar dan panjang, jika dilihat dari percabangannya atau titik tumbuhnya tumbuhan ini termasuk kedalam tumbuhan yang simpodial.
Didalam percabangan terdapat daun yang terletek bersebar, daun-daun ini memiliki bentuk Lanset, dengan pertulangan yang menjala, ujung daun sendiri runcing, sedangkan pangkal daunnya runcing dan tepi daunya bergelombang, jenis daun ini berjenis tunggal.
Bunga pada alpukat merupakan bunga majemu, berkelamin dua, tersusun dalam malai yang keluar dekat ujung ranting, warnanya kuning kehijauan. Buah pada golongan ini termasuk kedalam buah buni, berbenuk bola atau bulat telur, warnanya hijau atau hijau kekuningan berbintik ungu, daging buah yang sudah masak biasanya lunak.
Manfaat bunga ini bisa dijadikan obat dari salah satu penyakit, bisa dijadikan sebagai masker, bahan juice dan lain sebagainya.

G.    Kesimpulan
1.      Dari setiap sepesies yang memiliki cirri habitus (perawakan) kayau yaitu dari pohon yaitu maagnoliidae seperti alpukat, cepaka dan kenaga.
2.      Magnoliidae yang memiliki perawakan perudu yaitu sasaladahan, teraai bunga putih, teratai bunga ros dan sirih.
3.      Hamamelidae memiliki perawakan kayu atau pohon yaitu nangka dan karet munding
4.      Pada magnolidae bunganya biasanya terlihat dari mulai putik, benang sari, kelopak, dan mahkotanya ataupun yang perigonium.
5.      Tidak terlihat bahwa itu bunga, melainkan seperti buah pada hamamelidae.



















DAFTAR PUSTAKA
Campbell, A Neil. 2008. Biologi Jilid 2 Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga.
Dasuki, Undang Ahmad. 1992. Fitografi. Bandung: Pusat Ilmu Hayati ITB.
Sudarsono, dkk. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Malang :UM Press.
Tjitrosoepomo, Gembong. 2010. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta).
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Kamis, 05 November 2015

PINOPHYTA (CYCADOPSIDA, CONIFEROPSIDA, dan GNETOPSIDA)

A.          TUJUAN
1.     Menemukan cirri-ciri khusus spesies tumbuhan yang termasuk pada divisi pinophyta.
2.      Membedakan cirri-ciri tumbuhan pada kelas-kelas yang termasuk dalam divisi pinophyta.

B.            DASAR TEORI
Gymnospermae atau pinophyta merupakan tumbuhan yang mempunyai garis silsilah dengan tumbuhan purba, beberapa diantaranya ada yang muncul pada jaman Karbon Bawah.Banyak yang sudah punah dan hanya dikenal dengan fosil. Nama “Gymnospermae” berarti “Biji telanjang”. Isilah ini digunakan karena bakal bijinya tidak diliputi oleh daun buah seperti halnya putik pada angiospermae yang terdiri atas satu daun buah (karpel) atau lebih dan menyelimuti bakal biji.
Gymnospermae merupakan tumbuhan heterospora, yaitu menghasilkan dua jenis spora yang berlainan, mikrospora dan megaspore.Megaspore tetap hidup pada megasporangium, didalamnya berkecambah untuk membentuk gametofit betina.Megasporangium ini, bersama-sama dengan gametofi betina yang membungkusnya serta integument yang meliputinya, disebut bakal biji.Setelah pembuahan, maka terbentuklah embrio dan integument berkembang menjadi kulit biji.Niji kemudian memasuki masa isirahat, maka pertumbuhan selanjutnya dimulai dengaan masa perkecambahan. Gametofit betina dan embrionya hidup dari makanan  cadangan yang diperoleh dari tumbuhan indiknya.(Tjitrosomo,1989:181)
Tumbuhan yang termasuk gymnospermae terdiri atas tumbuhan-tumbuhan yang berkayu dengan macam–macam habitus.Bagian kayu berasal dari berkas-berkas pembuluh pengangkutanya kolateral terbuka yang pada penampang batang melintang batang tersusun dalam suatu lingkaran, dan karna adanya cambium menunjukan pekembangan sekunder. Dalam bagian xylem tidak terdapat pembuluh-pembuluh kayau, melainkan hanya trakeid saja dan didalam bagian floem juga bedahalnya dengan bagian tumbuhan biji tertutup, tidak ada sel-sel pengiring. Selain dari itu tumbuhan berbiji terbuka juga tidak ada floeoterma(Tjitrosoepomo. 2003:11).
Daun mempunyai bentuk yang bermacam-macam, kaku dan selalu hijau dengan didalamnya berkas-berkas pengangkutnyayang tidak brcabang atau bercabang menggarpu(Dasuki.1992:34)
Bunga menurut pengertianya sehari-hari belum ada, kadang-kadang, makrosporopil dan mikrosporopil masih terkumpul dalam jumlah yang tidak terbatas pada suatu sumbu yang panjang.Hiasan bunga tidak ada atau tereduksi.Mikrosporofil untuk sebagian masih mempunyai kantong sari yang besar dan banyak dan membuka dengan perolongan sksotesiumnya, yaitu epidermis yang dapat bekerja sebagai suatu mekanisme kohesi.Bakal biji yang hanya mempunyai satu integument terbuka, tidak pada angiospermae terbungkus pada daun buah yang sudahmenjadi satu merupakan putik.Bakal biji itu didatangi dengan serbuksari yang dibawah oleh angin. Karena terbuka, jadi juga tidak terdapat kepala putik (Tjitrosoepomo. 2010:13)
Divisi Pinophyta dibagi menjadi 4 kelas namun sekarang dianggap sebagai divisi sendiri yaitu:
1.      Cycadopsida
Kelompok tumbuhan ini mulai muncul menjelang akhir zaman Palaeozoikum. Habitus menyerupai palma, batang berkayu, tidak atau sedikit sekali bercabang, teras besar, empulur korteks tebal dan mengandung saluran resin. Ukuran daun besar tersusun dalam roset batang, majemuk, daun berbagi menyirip atau menyirip, daun muda tergulung seperti daun paku, Sporofil tersusun dalam strobilus yang berumah dua.Strobilus selalu Terminal, tanpa bagian-bagian yang menyerupai daun pada pangkalnya.Biji terdapat pada megasporofil bergabung dalam strobilus (sporofil berbentuk sisik dengan dua bakal biji) kecuali pada Cycas megasporofil tersusun spiral pada batang begitu juga pada mikrosporofil tersusun dalam strobilus jantan.Jumlah ovuli dua atau lebih pada tiap megasporofil.Mempunyai dua ovulum, Kelas ini hanya terdiri dari 1 Ordo Cycadales dengan 1 famili Cycadaceae. Spesies yang termasuk kelompok Cycadopsida yaitu Cycas rumphii (Campbell. 2008:244)
2.      Coniferopsida
Tanaman berupa pohon, daun berbentuk jarum, serta ada yang berumah satu dan berumah dua, pohon pinus dan cemara banyak hidup di Eropa bagian pegunungan.Di Eropa tanaman pinus dan cemara disebut evergreen, artinya daunnya tetap hijau sepanjang masa.tumbuhan dari ordo ini banyak dimanfaatkan oleh manusia. Misalnya, batang pinus digunakan untuk bahan industri kertas dan korek api. Sedangkan damar digunakan untuk minyak terpentin dan obat - obatan.Selain itu, cemara juga dapat digunakan sebagai tanaman hias. Manfaat dan kegunaan tanaman tersebut merupakan peluang dalam agribisnis, kelas ini terdiri dari empat Ordo yaitu Taxales, Araucarales, Podocarpales dan Pinales, dan contoh spesiesnya adalah pinus atau tusam (Pinus merkusii), damar (Agathis alba), dan cemara (Araucaria cunning hamii) (Kimball. 1999:207)
3.      Gnetopsida
Divisi ini meliputi 3 genera yaitu Gnetum, Epedhra, Welwitschia.Gnetum mempunyai 30 jenis meliputi tumbuhan yang berupa pohon dan merambat dengan daun yang tebal dan besar seperti kulit, menyerupai daun tumbuhan dikotil.Tumbuh di daerah tropis. Ephedra meliputi 35 jenis, pada umumnya berupa tumbuhan semak dengan daun kecil seperti sisik dan batang bersambungan satu sama lainnya. Tumbuh didaerah kering atau gurun.Welwitschia merupakan tumbuha berpembuluh paling aneh.Sebagian besar tubuhnya teertanam dalam tanah berpasir.Bagian yang muncul di atas tanah berupa cakram besar berkayu berbentuk konkaf dengan dua daun yang berbentuk pita.Cabang yang menghasilkan strobilus tumbuh dari jaringan meristem yang ada di bagian tepi cakram.Banyak ditemukan di gurun.Anggota Gnetophyta mempunyai karakteristik seperti tumbuhan Angiospermae, misalnya antara strobilusnya dengan bunga majemuk pada Angiospermae, adanya trakea di dalam xilemnya, serta tidak adanya arkegonia pada Gnetum dan Welwitschia.
4.      Ginkopsida
Salah satu anggotanya adalah Ginkgo biloba, tanaman ini mudah dikenali karena bentuk daunnya seperti kipas dengan tulang daunnya yang bercabang menggarpu.Tingginya dapat mencapi 30 meter atau lebih, tanaman ini bersifat desiduos, daunnya berubahmenjadi berwarna keemasan sebelum gugur.Gynkgophyta mempunyai ovulum dan mikrosporangia yang terdapat pada individu yang berlainan.Ovulumnyaberpasangan pada ujung cabang pendek dan ketika masak menghasilkan biji yang berdaging (Sudarsono. 2005:43).


C.         ALAT DAN BAHAN
1.      Alat
a.       Silet
2.      Bahan
a.       Family Cycadaceae: Cycas rumphii (Pakis Haji)
b.      Family Pinaceae: Pinus merkusi (Pinus)
c.       Family Gnetaceae: Gnetum gnemon (melinjo)

D.         LANGKAH KERJA
1.      Disiapkan sepesies dari Cycas rumphii, Pinus merkusi, dan Gnetum gnemon.
2.      Diamati setiap specimen yang ada dalam habitus, pola percabangan, dan bentuk/segi penampang melintangnya.
3.      Diamati daunnya dalam hal filotaksis, komposisi, pertulangan, bentuk, dan tepi daunnya.
4.      Diamati dan bandingkan alat reproduksinya, yaitu: letak dan bentuk strobilus ketiga tumbuhan ersebut.
5.      Diamati dan bandingkan letak dan bentuk makrosporofil dan mikrosporofil ketiga tumbuhan tersebut.
6.      Digambarlah bagian-bagaian tumbuhan, yaitu: percabangan pertumbuhan, strobilus jantan dan strobilus betina, makrosporofil dan mikrosporofil yang diamati, dan berinama bagian-bagian tumbuhan tersebut.
A.         PEMBAHASAN
Gymnospermae atau pinophyta merupakan tumbuhan yang berbiji terbuka. Gymnospermae ini memilki beberapa kelas yang telah disinggung diatas yaitu : cycadopsida, coniferopsida, gingkopsida, dan genotopsida yang dimana setiap divisi itu memiliki karakteristik yang berbeda-beda yang akan dibahas pada pembahasan ini
Cycadopsida memiliki  spesies yaitu Cycas rumpii yang dimana spesies ini memiliki batang yang bundar dan pada batang itu terdapat seperti duri-duri yang tumbuh dari bawah hingga atas, batang dengan pangkal tangkai daun yang tetap tinggal. Cycas rumphii merupakan pohon yang bertipe monopodial tumbuh satu titik tumbuh.
Daunnya majemuk, berbagi menyirip, tersusun roset batang, sebagai tajuk di puncak pohon, panjangnya sampai 2.5 m lebar 20-30 cm dan 50-150 pasang helai daun, tangkai daun berduri tajam, daun muda menggulung ukurannya 1-2 cm.
Bunga Bunga pakis haji merupakan bunga majemuk, Berbentuk bulir menyatu dalam cone, cone betina pada ujung dengan banyak karpofil. Panjang mencapai 50 cm, tangkai pendek, kuning kecoklatan.
Cycas rumphii yang diamati berjenis kelamin betina, karena berdasarkan teori pada gambar yang ada di buku, memperlihatkan bahwa strobilus yang bentuk jungnya runcing dengan sisi kanan dan kiri berlekuk seperti keris dan memiliki bulatan-bulatan pada ketiak lekukan tersebut merupakan jenis betina, atau perletakan tersebut disebut juga aksilar.Makrosporofil pada Cycas rumphii terdapat pada bulatan-bulatan hijau dibagian strobilus. Jumlah makrosporofil yang di amati tersebut terdapat sebanyak tujuh buah.
Sedangkan strobilus jantan berdasarkan teori terdapat pada bagian terminal (ujung), namun pada kelompok satu tidak mengamati strobilus jantan secara langsung karena tidak adanya ketersediaan spesimen Cycas rumphii jantan. Namun dapat diketahui secara teori, Cycas rumphii jantan terdapat di tengah tumbuhan tersebut dan bentuknya seperti kerucut. Meskipun begitu, dapat diambil kesimpulan bahwa distribusi seks Cycas rumphii adalah dioecious karena pada saat pengambilan strobilus pada satu tumbuhan hanya ditemukan strobilus berjenis betina saja. Sedangkan pada jantan terdapat pada tumbuhan yang lain, atau bisa dikatakan bahwa dalam satu tumbuhan hanya memiliki salah satu jenis kelamin saja. Berikut ini gambar strobilus Cycas rumphii betina dan jantan:

Perkembangan pakis haji, seemua gymnospermae mempunyai dua macam spora (heterospor), yaitu mikrospora dan megaspora.Mikrospora atau pollen menghasilkan gametofit jantan, sedang megaspore yang tunggal menghasilkan gametofit betina, di sini terbentuk arkegonia. Kedua macam spora dihasilkan di dalam sporangia yang terdapat pada sporofil yang tersusun spiral pada aksis strobili. Pada golongan Cycadopsida, mikrogametofit mempunyai sel protalus jantan yang akan menghasilkan sel steril yang besar atau sel tangkai yang diikuti oleh sel tubuh (sel spermatogen) dan suatu inti buluh. Sel-sel tersebut tersusun linier.Sel tubuh membelah menjadi 2 sel gamet yang berflagela banyak.Ovulum terdiri dari masa sel yang parenkimatis disebut nuselus atau megasporangium.Nuselus ini melindungi sel induk megaspora yang diploid.Dengan adanya pembelahan meiosis, maka sel induk megaspora yang tunggal membentuk tetrad linear, terdiri dari 4 sel megaspora yang haploid.Inti megaspora yang paling bawah berfungsi, sedang 3 lainnya berdegenerasi.Integumen membentuk suatu struktur yang merupakan lubang kecil-kecil yang disebut mikrofil.Di bawah mikrofil, pada ovulum berkembang 2 atau lebih arkegonia.Arkegonia mempunyai leher yang pendek dengan jumlah sel 2.Polinasi dilakukan oleh angin yang mengantarkan endospora pada mikrofil.Polen melekat pada “lem” yang dikeluarkan oleh ujung mikrofil.Dengan adanya “lem” ini, maka polen dapat masuk ke ovulum.Sperma kemudian berenang menuju ke leher arkegonium dan salah satunya mengadakan fusi dengan telur membentuk zigot diploid.
Pakis haji ini banyak dijumpai didepan-depan rumah, dan pakis haji biasanya dijadikan tanaman hiyas.
Pengamatan yang kedua adalah terhadap pinus yang dimana pinus ini merupakan pohon monopodial.
Habitus batang Pinus merkusii terlihat sangat jelas berjenis pohon, karena berbahan kayu yang keras pada permukaan batang terdapat duri-duri kecil. Bentuk atau segi penampang batang Pinus merkusii terlihat bulat. Pinus merkusii dari pangkal batang hingga ujung terlihat jelas sumbu utamanya, sehingga digolongkon ke dalam jenis monopodial.
Daun Pinus merkusii seperti jarum yang letaknya bebas/tersebar, daun pinus ini juga memiliki warna hijau dan halus, serta daun pinus ini juga dalam satu bungkus atau wadah terdapat 2 helai daun pinus sehingga disebu dengan daun majemuk.Tepi daunnya terlihat rata dengan pertulangan pita.
Distribusi seks Pinus merkusii yaitu monoceous, karena dalam satu tumbuhan terdapat strobilus jantan dan betina. Pada strobilus jantan terletak di ujung (terminal) spiral dengan mikrosporofil yang terletak pada ujung (terminal) juga. Mikrosporofil ini terdapat di dalam strobilus dan jumlahnya banyak. Bentuk strobilus jantan berbentuk memanjang. Sedangkan strobilus betina terdapat di ketiak daun (aksilar) dengan makrosporofil yang terletak di ketiak daun pula (aksilar). Jumlah makrosporofil ini berjumlah banyak. Bentuk strobilus betina lebih membulat dan terdapan lekukan-lekukan. Berikut ini gambar strobilus Pinus merkusii:
Perkembangan pohon pinus pada pinaceae inti mikrospora membelah 2 kali secara periklinal menghasilkan 2 sel protalus jantan dan sel anteridial.Sel anteridial membelah secara periklinal membentuk sel generative dan sel buluh.Butir polen sekarang mengandung 4 sel, ini merupakan awal gametofit yang endosporik dan pada stadium 4 sel ini butir polen dilepaskan dari sporangium.Sel generative kemudian membelah membentuk sel tangkai sel tubuh (sel spermatogen).Setelah polinasi maka polen tersebut segera meneruskan perkembangannya.
Megasporangium dilindungi oleh beberapa integument, kecuali pada bagian ujung memiliki lubang kecil yang disebut mikropil.Megasporangium dihasilkan pada strobilus betina.Inti megaspore berfungsi mebelah berkali-kali menghasilkan gametofit betina, diawali dengan periode inti bebas. Gametofit betina yang berhadapan dengan mikrofil akan membentuk arkegonium. Arkegonium dengan sel telur yang relative besar.Gametofit jantan dihasilkan dalam mikrosporofil pada strobilus jantan.Setelah butir polen jatuh pada mikrofil ditangkap oleh tetes polinasi.Mikrofil kemudian menutup, butir polen berkecmbah.Tabung polen menembus jaringan nuselus dan masuk ke dalam arkegonium membuahi sel telur yang ada di dalamnya.Sel telur yang dibuahi menghasilkan zigot.Inti zigot membelah tanpa diikuti pembelahan dinding.Fase ini disebut periode inti bebas.Setelah terbentuk dinding sel, embrio tumbuh normal. Setelah pembuahan bakal biji menjadi biji dan bila berkecambah biji akan menghasilkan sporofit yang baru. Pada gymnospermae tidak terjadi pembuahan ganda.Endosperm terbentuk sebelum terjadi pembuahan.Pembuahannya disebut sifonogami, karena untuk pembuahan dibutuhkan tabung polen yang membawa gamet jantan.
Manfaat pinus sama halnya dengan pohon-pohon yang besar yang terdapa dipenjuru dunia untuk penghijauan atau unuk mengurangi polusi rumah kaca sehingga banyak didirikan kebun pinus, dan pinus ini sering dijadikan sebagai bahan bakar bagi warga, karena pohon pinus ini menyalanya sangat awet dan mudah terbakar karena mengandung minyak.
Pengamatan yang terakhir adalah melinjo, melinjo ini memiliki kelasifikasi sebagai berikut:
Gnetum gnemon Ini memiliki batang yang kokoh, berkayu dan bulat batangnya ini aga sedikikit licin.Spesies ini tumbuh tegak lurus dan merupakan tumbuhan simpodial. Pada batang terdapat tangkai tangkai yang kecil atau besar, ditangkai itu terdapat daun yang sangat banyak letak daunya majemuk tunggal dan bentuknya lanset, daunya ini memiliki tepi yang tumpul, ujung daun yang meruncing dan tepi daun yang bergelombang, untuk tulang daunnya sendiri menjala dan permukaan daunya gundul.
Gnetum gnemon ini memiliki strobilus yang berjenis kelamin jantan dan betina yang terdapat pada satu pohon sehingga disebut berumah dua.Pada strobilus jantan memiliki bentik yang lebih tumpul dan biasanya tidak berkembang seperti yang betina, yang biasanya disubut dengan uceng (menurut orang sunda), sedangkan strobilus yang betina itu biasanya memiliki bentuk yang runcing dan pada saat matang biasanya besar dan berwarna merah.
Akar pada tumbuhan ini merupakan akar tunggang, akarnya besar dan menjala kemana-mana sehingga membuat pohon ini kokoh.
Melinjo sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan, bisa dijadikan sayuran, dan sering dilihat pada sayur asam, dan bijinya atau bagian dalamnya biasanya dibikin menjadi emping yang sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
B.         KESIMPULAN
1.      Cycadopsida memiliki karakterisik pohonya seperti pohon palem, batangnya tegak lurus dan daunya majemuk tunggal, serta memiliki strobilus jantan dan betina teapi di lain pohon sperti pada pakis haji.
2.      Gnetopsida memiliki karakteristik pohonyanya tinggi simpodial, batangnya bundar berkayu, tegak lurus, sedikit licin, daunya majemuk tunggal dan lebar, pertulanganya menjalar pada daun dan terdapat strobilus betina dan jantan tapi dalam satu pohon seperti pada melinjo.
3.      Coniferopsida memiliki pohon yang inggi dan batangnya bundar, permukaanya kasar, serta memiliki daun yang seperti jarum, dan memiliki strobilus jantan dan betina pada satupohon seperti pada pohon pinus
DAFTAR PUSTAKA
Campbell, A Neil. 2008. Biologi Jilid 2 Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga.
Dasuki, Undang Ahmad. 1992. Fitografi. Bandung: Pusat Ilmu Hayati ITB.
Kimball, John W. 1999. Biologi. Jakarta: Erlangga.
Sudarsono, dkk. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Malang :UM Press.
Tjitrosoepomo, Gembong. 2003. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press.
Tjitrosoepomo, Gembong. 2010. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta).
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.